HATI-HATI TERHADAP KESYIRIKAN

HATI-HATI TERHADAP KESYIRIKAN

http://jalandakwahbersama.wordpress.com/2009/06/29/hati-hati-terhadap-kesyirikan/

Hidup ini tidak pernah lepas dari cobaan dan ujian. Cobaan atau ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia, ada yang berupa kenikmatan atau kebaikan, seperti: kekayaan kesehatan, kehormatan dan kesuksesan. Ada pula ujian dan cobaan yang diberikan kepada manusia berupa hal yang tidak menyenangkan, seperti: kemiskinan, sakit; kegagalan dan lainnya.. Sebagaimana tertulis dalam firman Allah SWT, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya [21]: 35)

Ayat di atas menunjukkan bahwa ujian merupakan suatu yang pasti akan ditimpakan kepada setiap manusia. karena itu, kita hendaknya mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Sehingga tidak terbesit sedikit pun di dalam diri kita untuk berburuk sangka terhadap Allah SWT akan ujian yang kita alami.

Yakinlah bahwa apa yang Allah berikan kepada kita pasti merupakan sesuatu yang terbaik. Allah SWT berfirman, “……Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah [2] : 216)

Seorang mukmin tatkala menghadapi ujian atau cobaan hendaknya bersikap sabar dan meyakini, bahwa d balik semua itu terdapat kebaikan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Perhatikan sabda Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah lalu dia mengucapkan, ‘Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un’ lalu berdo’a, ‘Ya Allah Berilah aku pahala dalam musibahku ini, dan berilah ganti yang lebih baik darinya,’ melainkan Allah benar-benar memberikan pahala dan memberinya ganti yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim).

Tapi pada kenyataannya, tidak setiap orang dapat menyikapi musibah atau ujian kesulitan / kegagalan yang diberikan Allah SWT dengan sabar, mengharap kebaikan / ganti yang lebih baik, dan ampunan dari Allah SWT. Karena itu tidak sedikit di antara kita yang mengambil cara dan jalan pintas untuk menghilangkan musibah dan ujian tersebut.

Jalan pintas yang ditempuh antara lain dengan mendatangi dukun atau paranormal untuk mendapatkan kesembuhan dan atau untuk mengetahui peruntungan nasib, mendengarkan ramalan nasib dan mempercayainya. Meminta paranormal agar memprediksi masa depan kita, itu semua adalah sebuah kesesatan. Dan yang sangat memperhatinkan, kesesatan semacam itu, sekarang ini sudah semakin merajalela dimana-mana.

Mendatangi dukun atau paranormal merupakan perbuatan yang dilarang keras oleh Rasulullah SAW. Perhatikan sabda Rasulullah SAW “Barangsiapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu dia percaya dengan apa yang disampaikannya, maka sungguh dia telah kufur (murtad) terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani).

Terlebih lagi apabila kita mempercayai suatu benda, misalnya sebuah batu yang kita percayai memiliki kemampuan atau keistimewaan khusus seperti mendatangkan kesembuhan. Yang mana sebenarnya, kesembuhan adalah hanya dari Allah SWT, maka ini jelas merupakan kesyirikan yang besar, yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam.

Kalau seandainya ada batu yang boleh diagungkan oleh kaum Muslimin dan boleh bagi mereka mengharapkan berkah darinya, tentu batu tersebut hanyalah “Hajar Aswad”, ketika kaum Muslimin disunnahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengecupnya saat melakukan Thawaf, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW

Pernah suatu ketika Umar bin Khattab r.a mencium Hajar Aswad seraya berkata, “Sungguh aku tahu bahwa kamu hanyalah sebuah batu, tidak mendatangkan manfaat juga tidak mendatangkan mudharat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah SAW ;menciummu, maka aku pun tidak akan menciummu.” (HR. al-Bukhari).

Beliau mencium Hajar Aswad semata-mata karena kepasrahan beliau terhadap syariat yang ditetapkan oleh Allah SWT dan RasulNya. Dan semata-mata ingin mencontoh apa yang diperbuat oleh Rasulullah SAW, dan dengan mencontoh Rasulullah SAW inilah didapatkan barokah.

Syirik adalah dosa besar yang tidak akan diampuni. Perhatikan firman allah SWT berikut ini: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisa [4] : 48)

Perhatikan juga firman Allah SWT berikut ini: “……Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah: 72).

Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW yang melarang kita mendatangi dan mempercayai ramalan para tukang ramal dan dukun sebagai berikut :

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang tidak masuk surga: Pecandu khamer, pemutus silaturrahim dan pembenar sihir” (HR. Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa yang mendatangi para peramal, lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima baginya shalat selama empat puluh malam (HR. Muslim)

Apalagi bila sampai bertanya kepada paranormal atau dukun lalu membenarkannya / mempercainya, maka dosanya akan lebih besar lagi. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi para peramal atau dukun, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR Al-Hakim, hadits shahih)

Lemahnya iman dalam diri kita, adalah merupakan penyebab utama kita jadi mudah terjebak dalam syirik. Saat kita mengalami ujian kesulitan yang berat, saat kita mengalami kekecewaan dalam hidup, bagi yang lemah imannya, akan sangat mudah terjerumus dalam kesyirikan. Padahal segala sesuatu yang terjadi, baik itu ujian kesulitan ataupun musibah yang menimpa, semuanya terjadi atas kehendak dan ijin Allah, yang mana bila kita bisa bersabar dan rela menerimanya, serta berikhtiar hanya di jalan yang restui-Nya dalam usaha untuk bangkit kembali dari kesulitan dan musibah yang menimpa, maka pasti Allah SWT akan menjawab ikhtiar kita dan memberikan pertolongan pada kita.

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. “ (QS.At-Taghabun:11).

Ketahuilah, siapa saja yang tidak bisa menghindarkan bahaya yang menimpa dirinya, maka ia pasti tidak akan pernah bisa menghindarkan bahaya yang menimpa orang lain. Dan ketahuilah bahwa seseorang, siapapun dia, tidak akan pernah bisa mengangkat atau menyingkirkan sesuatu yang diletakkan oleh Allah, tanpa ijin Allah. Dan seseorang, siapapun dia, tidak akan pernah bisa memberikan kesembuhan, kecuali atas ijin Allah.

Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat dan menjadi peringatan bagi kita semua untuk berhati-hati dari kesyirikan. Dan semoga bagi siapa saja yang sudah terlanjur melakukannya baik dilakukan secara sengaja, ataupun karena ketidaktahuannya, semoga bisa segera bertaubat sebelum ajal tiba. Semoga Allah SWT memberikan Petunjuk-Nya kepada kita semua untuk dapat menjauhi dan meninggalkan kesyirikan, Amin Ya Robbal Alamin.

Dewi Yana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s